Fakta Mengenai ASI

  • Semua tahu bahwa ASI atau air susu ibu adalah makanan terbaik bagi bayi. Ada beragam bukti ilmiah bahwa memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi dapat mencukupi kebutuhan nutrisinya untuk tumbuh dan berkembang.  Namun ternyata, masih ada sejumlah fakta mengejutkan tentang ASI yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya. 

    Mengetahui fakta-fakta ini bisa jadi akan membuat Anda semakin takjub dengan “keajaiban” yang terjadi selama masa menyusui. Yuk, telusuri fakta-fakta unik tentang ASI berikut ini.

    ASI dan kecukupan nutrisi bayi

    Dijelaskan dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter, ASI mengandung semua komponen makronutrien antara lain lemak, protein, dan karbohidrat serta mikronutrien seperti vitamin dan mineral. Selain itu ASI juga memiliki sejumlah zat bioaktif seperti antibodi, sel punca, hormon, dan faktor pertumbuhan. 

    “Menariknya, apa yang dimakan ibu ternyata hanya berefek pada kadar jumlah nutrisi di dalam ASI. Penyebabnya, komponen nutrisi air susu ibu diatur oleh sel-sel penghasil ASI di dalam payudara,” tutur dr. Fiona. 

    Nah, sumber nutrisi ini bisa berasal dari asupan makanan ibu maupun dari cadangan nutrisi yang tersimpan di dalam tulang dan jaringan tubuh ibu. Dengan kata lain, menurut dr. Fiona, sebagian kadar nutrisi ASI dipengaruhi oleh kecukupan asupan ibu.  Sedangkan sebagian lagi tidak, karena akan diambil dari cadangan nutrisi dalam tubuh ibu. 

    6 fakta unik ASI

    Selain berperan penting dalam memenuhi nutrisi terbaik bagi bayi, ASI yang dihasilkan ibu menyusui ternyata masih menyimpan sejumlah fakta-fakta mengejutkan. Tidak percaya? Berikut beberapa fakta unik tentang ASI seperti dilansir huffpost.com

    ASI penuh dengan gula

    ASI benar-benar sangat manis, dalam hal susunan kimianya. ASI manusia memiliki sekitar 200 molekul gula yang berbeda, untuk memenuhi berbagai tujuan. Ketika bayi lahir, gula dalam ASI menyediakan makanan bagi pertumbuhan populasi bakteri di dalam tubuh mereka. Oligosakarida – sejenis gula kompleks – yang ada dalam ASI meningkatkan pertumbuhan bakteri usus yang baik.

    Bantu melawan infeksi

    “Gula dalam ASI juga membantu mencegah bayi baru lahir dari infeksi,” kata Thierry Hennet dari University of Zurich. Gula itu membiarkan patogen usus, seperti norovirus, menempel padanya. Hal ini berguna untuk menghentikan patogen menempel pada lapisan mukosa di usus dan menyebabkan masalah serius.

    Tidak sama dengan susu hewan lain

    ASI benar-benar tidak dapat disamakan dengan susu lain yang diproduksi mamalia. Sementara ASI manusia memiliki sekitar 200 molekul gula, susu sapi hanya memiliki sekitar 50 molekul.

    "Manusia mungkin memiliki ASI paling kompleks dari susu semua mamalia," kata Hennet. Penelitian menunjukkan, protein hanya menyumbang sekitar 10 persen dari total kalori ASI, dibandingkan dengan setengah dari kalori dalam susu sapi. 

    Di sisi lain, susu sapi memiliki sekitar empat kali jumlah kalsium dibandingkan susu manusia. Belum diketahui pasti mengapa komposisi nutrisi sangat bervariasi dari satu spesies ke spesies lain.

    Wanita adalah produsen susu yang mengesankan

    Jumlah energi yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI dari seorang wanita hampir sama dengan kebutuhan kalori harian otak. Akan tetapi, wanita sangat efisien dalam hal ini. Diperkirakan, konversi kalori makanan mereka menjadi kalori ASI hampir 80 persen.

    Produksi susu dan orgasme dikendalikan oleh hormon yang sama

    Hormon oksitosin menyebabkan otot-otot di saluran susu berkontraksi, lalu memproduksi susu. Ini adalah hormon yang sama yang dilepaskan selama persalinan dan melahirkan. Uniknya, hormon oksitosin juga yang berperan dalam reproduksi seksual dan mengontrol gerakan otot dalam orgasme. 

    Susunan ASI berubah seiring waktu

    Tepat setelah ibu melahirkan, ASI penuh dengan antibodi dan molekul yang dirancang untuk memperlambat pertumbuhan bakteri berbahaya dalam sistem kekebalan bayi yang sedang berkembang. Setelah sekitar satu bulan terpapar dunia luar, bayi mulai mengembangkan sistem kekebalan mereka sendiri. 

    Sekitar waktu yang sama, ASI pun berubah. Hennet mengatakan, tingkat antibodi yang diproduksi dalam ASI bisa turun lebih dari 90 persen sebulan setelah menyusui. Di waktu yang sama, jumlah lemak dan nutrisi lain dalam ASI meningkat untuk memberi bayi makanan yang mereka butuhkan.

    Fakta mengejutkan tentang ASI di atas memperlihatkan betapa “ajaib”-nya ASI berubah dan menyesuaikan diri sesuai kebutuhan bayi dan ibu. Karena itu, selalu penuhi kebutuhan ASI eksklusif bayi Anda pada 6 bulan pertama. Isi menu harian Anda dengan makanan bernutrisi yang tak hanya baik untuk si Kecil, tapi juga Anda sebagai produsen susu. 

     

    Source ; https://www.klikdokter.com/