Penyebab Bibir Sumbing Ketika Lahir

  • Labioskizis, cleft lip, atau bibir sumbing adalah kondisi ketika bibir bagian atas tidak terbentuk dengan sempurna, sehingga tampak seperti muncul celah pada bibir. Kondisi ini merupakan kelainan bawaan yang hanya bisa diatasi dengan operasi setelah lahir.

     

    Celah pada bibir sumbing bisa muncul di bagian kanan, kiri, mapun tengah dari bibir. Biasanya, kondisi ini juga disertai dengan munculnya celah di langit-langit mulut, disebut juga dengan langit-langit sumbing (cleft palate atau palatoschisis). Lantas, apa yang menyebabkan terjadinya bibir sumbing? Mari simak selengkapnya di bawah ini.

     

    Apa itu Bibir Sumbing (Labioskizis)?
    Cleft lip, bibir sumbing, atau labioskizis adalah belahan atau bukaan pada bibir bagian atas yang terjadi ketika jaringan yang membentuk bibir tidak bergabung dan menutup sepenuhnya sebelum kelahiran. Bibir sumbing bisa terjadi secara unilateral (pada satu sisi bibir) atau bilateral (pada dua sisi bibir). Kondisi ini biasanya juga disertai dengan celah di langit-langit mulut (cleft palate). Bayi dengan kondisi bibir sumbing dapat mengalami kesulitan menelan dan berbicara normal seperti bayi pada umumnya. 

     

    Penyebab Bibir Sumbing
     

    Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa bibir sumbing terjadi ketika jaringan yang membentuk bibir tidak menyatu atau menutup dengan sempurna sebelum kelahiran. Normalnya, proses pembentukan bibir bayi mulai terjadi pada usia kehamilan 4–7 minggu. Jika terjadi gangguan pada proses penyatuan jaringan pembentuk bibir pada tahap ini, maka akan terjadi bibir sumbing. 

     

    Meski penyebab dari beberapa kasus bibir sumbing tidak diketahui, namun terdapat dugaan bahwa kelainan bawaan ini berkaitan dengan kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

     

    1. Masalah Genetik
     

    Faktor genetik diyakini memiliki peranan besar pada terjadinya bibir sumbing. Risiko seorang ibu melahirkan bayi dengan bibir sumbing akan semakin besar apabila memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa .

     

    2. Faktor Lingkungan
     

    Perlu diketahui bahwa lingkungan berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang bayi selama berada di dalam kandungan. Misalnya, ibu hamil yang terpapar bahan kimia maupun terkena infeksi virus atau bakteri memiliki risiko lebih besar melahirkan bayi dengan kondisi bibir sumbing.

     

    Faktor Risiko Bibir Sumbing
    Adapun berbagai faktor lain yang dapat meningkatkan risiko ibu melahirkan bayi dengan bibir sumbing adalah sebagai berikut:

     

    • Memiliki berat badan berlebih (obesitas) saat hamil.
    • Mengandung bayi berjenis kelamin laki-laki.
    • Diabetes sebelum hamil.
    • Sering terpapar asap rokok selama hamil.
    • Mengonsumsi alkohol selama hamil.
    • Kekurangan asam folat saat hamil.
    • Mengonsumsi obat-obatan tertentu selama kehamilan, seperti obat-obatan antiepilepsi.

     

    Gejala Bibir Sumbing
    Adapun tanda-tanda atau gejala bibir sumbing pada bayi adalah:

     

    • Muncul celah pada bibir bagian dengan atau tanpa celah di langit-langit mulut, bisa terjadi pada salah satu maupun kedua sisi bibir.
    • Celah tampak seperti sobekan kecil dari bibir melewati gusi atas hingga ke bagian bawah hidung.
    • Kesulitan saat makan. 
    • Kesulitan menelan, di mana cairan atau makanan dapat keluar dari hidung.
    • Terdengar suara berbicara dari hidung.
    • Menderita infeksi telinga kronis. 

     

    Diagnosis Bibir Sumbing
    Terkadang, bibir sumbing bisa terdeteksi saat pemeriksaan kehamilan atau USG kehamilan pada minggu ke-18 sampai ke-21 kehamilan. Pada usia kehamilan tersebut, umumnya, kelainan pada area wajah janin sudah dapat terlihat melalui USG.

     

    Jika ditemukan adanya kelainan pada wajah dan bibir, dokter akan merekomendasikan ibu hamil menjalani prosedur amniosentesis, yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan mengambil sampel cairan ketuban untuk memastikan adanya kelainan genetik pada bayi.

     

    Source : *https://www.siloamhospitals.com/*