Mitos atau Fakta?? Baby Walkers membantu anak belajar jalan?

  •  Baby walker adalah alat yang biasa digunakan untuk membantu anak belajar berjalan tanpa perlu diawasi kemana pun. Alat ini dilengkapi dengan empat roda serta tempat duduk dengan dua lubang untuk kaki bayi. Secara umum, alat dibuat untuk memudahkan bayi dalam berjalan atau belajar berjalan. Namun, apakah baby walker dibutuhkan saat bayi belajar berjalan?

    Jawabannya tidak. Penggunaan alat ini pada saat bayi belajar berjalan sebenarnya tidak disarankan oleh para ahli. Bukan tanpa alasan, baby walker justru disebut bisa menghambat proses belajar jalan bayi. Tidak hanya itu, penggunaan alat ini juga meningkatkan risiko kecelakaan, sehingga berbahaya untuk Si Kecil. Biar lebih jelas, cari tahu fakta baby walker untuk belajar jalan di bawah ini!

    Baby Walker untuk Belajar Jalan

    Baby walker untuk belajar jalan adalah hal yang sudah lama dipercaya para orangtua. Namun, hal ini sebenarnya tidak terlalu disarankan oleh para ahli. Alasannya karena penggunaan alat ini bisa menghambat proses berjalan dan membahayakan Si Kecil. Penggunaan baby walker untuk belajar jalan disebut bisa menyebabkan bayi mengalami kecelakaan. 

    Risiko yang mungkin terjadi akibat penggunaan baby walker antara lain risiko cedera kepala, patah tulang, hingga luka bakar. Risiko ini bisa terjadi saat:

    • Baby walker terjatuh dari tangga.
    • Baby walker terjungkir pada permukaan yang tidak rata.
    • Si Kecil mencapai ember atau baskom air yang bisa membahayakannya.
    • Si Kecil bisa mencapai barang-barang yang lebih tinggi dan mungkin membahayakannya. Misalnya, gunting, pisau, dan barang pecah belah lainnya.

    Apakah Baby Walker Membantu Anak Berjalan?

    Sekali lagi, jawabannya adalah tidak. Baby walker tidak membantu Si Kecil berjalan lebih cepat dibanding anak yang tidak memakai alat ini. Justru, alat ini bisa mengurangi keinginannya untuk belajar karena ada alternatif yang lebih memudahkannya untuk berjalan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa baby walker tidak disarankan untuk digunakan:

    • Meningkatkan risiko otot menjadi tegang. Alasannya karena baby walker memungkinkan Si Kecil untuk berdiri dan berjalan dengan ujung jari kaki.
    • Baby walker membuat Si Kecil tidak melihat kakinya saat berjalan. Akibatnya, ia tidak bisa mempelajari bagaimana cara untuk menyeimbangkan tubuh.
    • Baby walker menguatkan otot yang salah. Kedua tungkai bawah memang diperkuat, namun tungkai atas (paha) dan pinggang tetap tidak dilatih. Padahal, tungkai atas dan pinggang sangat penting untuk berjalan.

     

    Source : https://www.halodoc.com/