Bahaya Mengonsumsi Makanan Manis Terlalu Banyak

  • Rasanya hampir gak ada yang gak suka sama rasa manis. Apalagi anak-anak seneng banget sama makanan dan minuman manis, kalau udah dikasih atau dijadikan hadiah pasti senang banget. 

    Namun, kita harus perhatikan nih, memberikan makanan atau minuman manis ke anak gak selalu berdampak baik. Ada bahaya yang ditimbulkan kalau anak sering mengonsumsi yang manis-manis. 

    Orang tua harus ingat nih, terdapat batas asupan gula yang aman untuk anak berusia 2-18 tahun yaitu 6 sendok teh atau setara 25 gram. Gula juga hadir dalam karbohidrat seperti nasi putih. Jadi sebaiknya kita kurangi atau hindari konsumsi makanan atau minuman berkadar gula tinggi. 

    Dikutip dari laman Detik Health, terdapat 61,27 persen penduduk Indonesia usia 3 tahun ke atas mengonsumsi minuman manis lebih dari 1 kali per hari, dan 30,22 persen orang mengonsumsi minuman manis sebanyak 1-6 kali per minggu.

    Pada dasarnya anak membutuhkan asupan gula untuk sumber energi dan menunjang pertumbuhannya. Namun, asupan gula pada makanan dan minuman tetap harus terkontrol jumlahnya. 

    Apa aja sih dampak yang dirasakan anak kalau terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis? Berikut dampaknya melansir Hellosehat

    Kerusakan gigi 

    Kerusakan gigi diperburuk dengan mengonsumsi makanan dan minuman manis yang berlebihan. Kalau gak diobati dan dicegah, kerusakan gigi bisa mengakibatkan kondisi yang lebih serius. Meski sudah rajin menggosok gigi sehari dua kali, tapi tetap sering mengonsumsi yang manis-manis maka akan percuma. 

    Obesitas 

    Anak yang sering mengonsumsi makanan manis akan lebih berisiko terkena obesitas, apalagi kalau gak diimbangi dengan makanan bergizi seimbang. Kalori pada makanan dan minuman manis akan menumpuk di tubuhnya dan menyebabkan berat badan anak bertambah. 

    Rasanya sih seneng melihat berat badan anak naik, tapi kalau bukan karena gizi seimbang ya sedih juga. Kalau gak terkontrol maka bisa menyebabkan berat badan anak terus bertambah sampai menyebabkan obesitas. 

    Penyakit kronis 

    Hal yang paling bahaya adalah timbulnya penyakit kronis pada anak akibat makanan manis adalah diabetes pada anak, terutama tipe 2. Ini lebih mungkin terjadi kalau anak obesitas akibat makanan manis. 

    Jaringan lemak pada tubuh anak obesitas menyebabkan sel tubuh resisten terhadap insulin, kalau gula darah gak diproses dengan baik, gula bisa menumpuk dalam darah dan menyebabkan gula darah tinggi. 

    Menurunkan kemampuan belajar 

    Dalam sebuah penelitian dari University of Montreal and Boston College terdapat fakta bahwa ada kaitan antara konsumsi gula berlebihan dengan penurunan memori dan kemampuan kognitif lainnya. Ini termasuk kemampuan belajar dan memori sehingga berdampak pada nilai akademis anak di sekolah. 

    Gangguan perilaku 

    Makanan manis bisa menyebabkan anak hiperaktif atau gangguan perilaku anak lainnya. Setelah dicerna dan diserap, gula memasuki aliran darah dengan cepat. Nah, ini membuat kenaikan gula darah secara drastis, sehingga membuat anak lebih aktif dari biasanya. 

    Nah, Orang tua dengan mengetahui dampak yang cukup besar ini sudah seharusnya kita membatasi anak mengonsumsi makanan dan minuman manis. Tetap boleh kok, memberikan anak hadiah atau makanan manis asalkan gak berlebihan dan sesuai batas asupan, ya  

    Sebaiknya kita alihkan ke makanan manis yang lebih baik, seperti buah-buahan. Kita pun bisa mengenalkan makanan sehat yang enak dan bergizi buat si Kecil. 

     

    Source : https://parentalk.id/