Orangtua Perlu Mendukung Hobi Anak? Berikut Penjelasannya!

  • Tiap kita mempunyai hobi yang berbeda-beda. Hobi kita bisa saja muncul karena pengaruh lingkungan sosial, relasi sosial, pembelajaran lewat media informasi dan buku.

     

    Hobi mempunyai pengaruh yang cukup penting bagi hidup kita. Salah satunya adalah membantu kita untuk mengisi waktu senggang kita. Apabila kita terbebaskan dari kesibukan harian dan mempunyai waktu kosong, kita mengisi waktu kita itu dengan hobi tertentu.

     

    Saya membangunkan kembali hobi menulis empat tahun lalu. Tepatnya saat saya berlibur ke kampung halaman. Liburan dua bulan lebih. Lebih banyak menghabiskan waktu di rumah

     

    Di tengah situasi jenuh, saya pun teringat platform Kompasiana saya yang saya tinggalkan lebih dari tiga tahun. Untungnya, saya masih mengingat email dan passwordnya.

     

    Guna mengisi waktu, saya pun mulai menulis di Kompasiana. Tiap hari. Jadinya, hal itu menjadi kebiasaan. Setiap kali ada waktu kosong, saya berusaha mengisinya dengan menulis.

     

    Hobi ini pun tak sekadar mengisi waktu. Akan tetapi, hal ini juga menjadi sarana mengembangkan pengetahuan pribadi. Mau tak mau agar bisa menghasilkan tulisan yang baik, saya harus rajin membaca dan melakukan penelitian.

     

    Pada titik ini, saya menilai bahwa hobi memberikan banyak keuntungan. Karenanya, hal ini perlu juga dimanfaatkan oleh orangtua. Dalam arti, orangtua pantas mendukung hobi anak sejauh hobi itu tak menjurus pada jalan yang salah.

     

    Berikut beberapa keuntungan apabila orangtua mendukung hobi anak.

     

    Pertama, anak bisa bersosialisasi.

    Lewat hobi anak bisa bersosialisasi dengan teman-teman yang sehobi. Sosialisasi ini bisa membangun jaringan pertemanan. Jaringan pertemanan itu bisa memberikan keuntungan baik jangka pendek maupun jangka panjang.

     

    Salah satu teman saya di Filipina bergabung dengan tim yang hobi menembak. Umumnya, teman-temannya yang sehobi berasal dari kalangan atas. Lima tahun lalu teman ini pergi ke Amerika Serikat dan bekerja di sana. Di suatu waktu, orangtuanya bermasalah dengan kendaraan yang baru dibeli. Situasi agak rumit lantaran teman ini berstatuskan anak tunggal dan orangtuanya hanya tinggal berdua di rumah keluarga.

     

    Berbekal jaringan pertemanan yang telah dibangun, teman ini meminta salah satu temannya yang dikenal sewaktu menekuni hobi yang sama untuk membantu orangtuanya di Filipina. 

     

    Prinsipnya, hobi itu tidak memberatkan keluarga. Tidak merugikan. Bahkan tidak mahal, yang mana menonjolkan kemewahan. Paling tidak, hobi yang sesuai kemampuan keluarga dan kondisi keluarga.

     

    Kedua, membangun mentalitas anak.

     

    Hobi ikut membangun mentalitas anak. Dalam mana, anak mempunyai waktu untuk mengembangkan diri. Bahkan dengan berelasi dengan dunia baru, anak bisa mempunyai pengalaman beserta pengetahuan baru yang bisa mendukung perkembangan mentalnya.

     

    Misalnya, kepercayaan diri makin terangkat karena pergaulannya dengan orang lain. Kemampuan berkomunikasi terasah lantaran sudah bertemu dengan banyak orang.

     

    Lebih jauh, hobi bisa menjadi alat untuk mengantisipasi sakit mental. Dengan membiarkan anak menekuni hobi tertentu, orangtua membantu anak terhindar dari masalah mental.

     

    Hobi bisa menjadi sarana menyalurkan energi termasuk energi negatif di dalam diri. Misalnya, stress di sekolah atau juga dalam pergaulan bisa tersalurkan dengan hobi tertentu seperti menciptakan video singkat, bermain alat musik, bertanam dan lain sebagainya.

     

    Ketiga, Hobi membantu dalam meluaskan wawasan anak.

     

    Hobi juga meningkatkan wawasan anak. Seorang teman bercerita tentang anaknya yang memiliki hobi membuat video pendek. Hobinya itu membuat si anak mempunyai banyak pengetahuan tentang internet dan dunia informasi.

     

    Pernah keluarga mereka membeli smart TV. Umumnya mereka tak tahu mengoperasikan TV tersebut. Namun, berkat salah satu anak mereka yang mempunyai hobi dengan video, mereka menjadi tak kesulitan. Anaknya gampang mengoperasikan TV tersebut.

     

    Hobi bisa membangun wawasan luas untuk anak pada bidang yang ditekuni. Bahkan hal itu bisa menjadi landasan atau referensi orangtua dalam melihat arah dan orientasi hidup anak ke depannya.

     

    Pasalnya, tak sedikit cita-cita dan pilihan hidup anak bermula dari hobi tertentu. Ketika makin diasah dan mengakar dalam diri, anak bisa memutuskan panggilan hidup untuk dirinya.

     

    Barangkali banyak hal yang bisa diperoleh apabila anak mempunyai hobi tertentu. Untuk itu, orangtua perlu mendukungnya apabila hobi yang ditekuni anak memberikan manfaat untuk perkembangan diri anak. 

     

    Dukungan orangtua bertujuan agar anak tak terjebak pada pergaulan yang salah dan mentalitas yang timpang. Asalkan, hobi yang ditekuni sesuai kemampuan keluarga dan tak menjurus pada praktik yang salah.

     

    Source : https://www.kompasiana.com/